Jumat, 20 Januari 2012

Kisah DAUN, ANGIN dan POHON

0 komentar
Terkadang kita harus sering mengandaikan diri kita seperti orang lain, agar kita tahu perasaan orang itu dan bagaimana perasaan kita bila berada di posisi orang itu. Ini adalah cerita yang sangat menarik dengan perumpamaannya. Selamat Membaca dan Selamat mengambil hikmahnya 


"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON
tidak memintanya untuk tinggal?"



POHON
Orang-orang memanggilku "Pohon" karena Aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. 
Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali, tapi hanya ada satu wanita yang benar-benar sangat kucintai....


Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh seksi. Tapi, dia sangat peduli dengan orang lain. Gayanya yang sederhana dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya. Aku menyukainya, sangat!


Satu-satunya alasanku tidak mengajaknya kencan karena, aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku takut, jika kami bersama, semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Karena itu, aku memilihnya untuk hanya menjadi "sahabat". Menjadi sahabatnya, aku akan bisa 'memiliki'nya tiada batasnya. Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.


Selama ini dia selalu menemaniku dalam berbagai kesempatan, sebagai sahabat.. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain. Ketika dia melihatku mencium pacarku yang ke-2, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah.
"Lanjutkan saja," katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Aku pun berusaha membuatnya tertawa dengan mengajaknya bercanda sepanjang hari.


Kali lainnya, di sebuah sudut ruang dia menangis. Hampir 1 jam kulihat dia menangis. Aku paham betul apa penyebabnya. Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Mereka berdua perang dingin. Aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin, tapi Aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku.


Esoknya dia masih bisa tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. Aku juga sedih.


Ketika aku putus dengan pacarku yang kelima, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku.


Aku bercerita bahwa aku telah memutuskan hubungan dengan pacarku. Sementara, dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang.


Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku. Aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat, dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak.
Dan, aku menangis!


Handphoneku bergetar, ada SMS masuk.


"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON 
tidak memintanya untuk tinggal?"




DAUN
Aku suka mengoleksi daun-daun, karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali.


Selama ini aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "sahabat". Ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya : "cemburu".


Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Aku menyukainya dan aku juga tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak pernah
mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?


Waktu terus berjalan, hatiku semakin sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekadar seorang teman?


Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa kupahami. Kadang aku merasa bodoh, karena aku juga berkeras tidak mau mengungkapkan perasaanku. Selain alasan itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.


Seorang pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. Aku mulai berpikir, mungkinkah aku bisa memberikan sebuah ruang kecil di hatiku, untuknya?


Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Aku tahu Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Meski berat, akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.




ANGIN
Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Tapi, dia sangat bergantung pada Pohon sehingga aku harus menjadi 'Angin' yang kuat agar bisa meniupnya hingga terbang jauh dari pohon.


Aku selalu memperhatikan Daun duduk sendirian atau bersama teman-temannya, memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia, aku merasa sangat kehilangan.


Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas, kutulisi dan kuberikan padanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku. Esoknya, dia datang menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu. Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi. Daun tidak mau meninggalkan Pohon.


Aku kembali menghampirinya dengan kata-kata yang sama. Meski sangat pelan, akhirnya dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku. Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Hampir setiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi aku tidak menyerah. Keputusanku bulat, aku ingin memilikinya.


Suatu hari, dia bilang bahwa dia memberikan kesempatan untukku. 
Kuletakkan telpon, melompat, berlari seribu langkah ke rumahnya...
Dia membuka pintu bagiku. Kupeluk erat-erat tubuhnya...
Akhirnya ak bisa membuat daun meninggalkan pohon dan berjanji akan membawanya terbang melihat dunia .


****************************
Dlm kehidupan seseorang, dia akan mengalami perannya sebagai pohon, daun dan angin. Dengan pengalamannya itu, diharapkan saat dia menjalankan 1 peran dia akan mempertimbangkan perasaan dari 2 peran lainnya. Pengalaman akan perasaan2 itu akan membuat dia bertindak lebih bijaksana saat menjalankan perannya yang sekarang. Every role has its own bitterness & sweetness...
Semoga cerita di atas bermanfaat dan kita bisa  mengambil hikmahnya 


Rabu, 05 Oktober 2011

11 cara menjadi menantu idaman

0 komentar
"Seorang wanita pada akhirnya nanti akan menikah dan menjadi istri" wew dengar kalimat itu rasanya gimanaaa gituuuu :D antara senang dan takut kan?(kalo menurut saya sih,ga tau menurut yang lain ^_^)
Tapi saya ga mau berkecil hati,saya iseng cari beberapa tips tentang pernikahan ehh malah dapat tips menjadi menantu idaman di site ini hehehe kayaknya seruuu deh..lirik yuuukkk mudah-mudahan kita bisa mempraktekkannya nanti kalau kita sudah menjadi seorang istri :)


Penyelewengan dan tidak setia, justru datangnya seringkali setelah pernikahan berlangsung. Padahal sebelumnya, yakni semasa pacaran, bukan main idealnya. Nah, ternyata kendala perkawinan bukan saja soal kesetiaan, tetapi masih banyak lagi yang harus di perhitungkan  yakni bagaimana mempersiapkan diri menjadi menantu yang baik. Sebab dari menantu yang baik, bukan saja masalah penyelewengan terhindar, tetapi masalah lainpun bisa dihindarkan. Sebelas cara memang belum mengungkap tuntas semuanya, namun setidaknya bisa menjadi acuan sederhana sebagai "bekal", agar persiapan perkawina lebih handal.

BERIMAN
Dengan dasar yang satu ini, otomatis prilaku prilaku keseharian bisa terkendali, dan dimata calon mertua mendapat nilai tambah, asalkan yang dilakukan dengan ketulusan terutama soal ibadah. Maka kalau mau masuk kedalam keluarga yang patuh beragama, siap-siaplah untuk menyatu dengan tulus.



BERETIKA
Sudah pasti, masalah etika tidak boleh diabaikan begitu saja, bukan saja dalam lingkungan keluarga sendiri, teman sekolah, rekan kerja dan lain sebagainya, akan tetapi harus lebih diperhatikan manakala hendak memasuki rumah calon mertua. Musalnya, jangan sekali-kali hanya bicara terus-menerus dengan pacar, apalagi nempel terus selama berada dirumah camer, sementara dengan lainnya cuma sekedarnya saja. Etika besar pengaruhnya terhadap cara pandang dan calon mertua menilai calon menantunya.

PENDENGAR YANG BAIK
Sebagi peringkat "yunior" dalam keluarga, dan umumnya sebagai calon menantu banyak yang ikut "nimbrung" menilai siapa kita, maka tempatkanlah diri anda ke posisi paling yunior. Ini penting, sebaba anda akan mendapat banyak masukan, juga pesan-pesan dari para pini sepuh pihak calon mertua, apakah tantenya, pamannya, juga kakek neneknya. Mereka pasti berceloteh, apakah langsung ataupun tidak, untuk mengomentari anda dari berbagai segi. Kadang menyenangkan dan jangan kaget kalau kadang menyakitkan. Mendengar lebih baik dari bicara, dan menjadi pendengar yang baik kadang jauh lebih sulit dibanding bicara. Maka anda harus belajar sejak dini, jika ingin dicintai keluarga tentunya.

BERPIKIR POSITIF
Banyak calon menantu yang kesulitan masuk kerumah calon mertua, khususnya wanita. Alasannya macam-macam, yang cerewetlah atau terlalu banyak tanya macam-macam. Ini bisa saja terjadi jika si gadis hanya berpikir praktis, dan seenaknya sendiri. Perasaan serba salah justru membuatnya salah tingkah. Bahkan akan lebih parah, kalau semua ungkapan, obrolan dan pendapat calon mertua semuanya dianggap negatif. Padahal sesungguhnya sedang terjadi "proses penilaian", seperti apakah kualitas calon menantu yang bakal mengurus dan  mendampingi anak laki-lakinya. Tentu saja secara naluri seseorang akan banyak menilai, memperhitungkan, mendengar, dan bertanya sehingga labih mendalami karakter calon menantunya kelak. Jadi wajar kalau hal ini terjadi. Seharusnya semakin banyak ditanya justru semakin bahagia, karena begaimanapun berarti diperhatikan.Demikian juga kalau diatur penampilannya jangan ditentang, tetapi tampunglah lalu cerna sebelum dibuang atau diterapkan. Cobalah pahami bahwa semua itu untuk kepentingan anda juga, disamping untuk menyenangkan hati calon suami anda, yang tak lain anak laki-laki yang dicintainya.

HEMAT
Pacaran memang saatnya untuk bersenang-senang, tetapi bukan berarti menghambur-hamburkan uang. Cpbalah mengatur pengeluaran untuk rekreasi, kalau bisa dikurangi mengapa tidak dicoba?. Hemat tidak berarti pelit, justru dengan berhemat kesempatan menabung dalam rangka memepersiapkan perkawinan. Mungkin calon mertua akan makain sayang kepada anda. Setidaknya menilai "belum menikah sudah hemat, apalagi nanti".

ATENSI YANG TINGGI
Menikah berarti mempersatukan dua keluarga menjadi satu ikatan erat, sehingga keluarga akan lebih besar lagi. Ini sama artinya kesempatan untuk memperhatikan orang lain yang lebih banyak harus diperhatikan. Jangan hanya memperhatikan pacar saja, Cobalah berikan atensi kepada semua orang, baik saudara kandung, orang tua maupun kemenakannya. Atensi tidak selamanya mahal, asalkan pandai mengatur keuangan, dipadu kemampuan memilih benda sebagai atensi sangat mempengaruhi kiat ini. Dan ingat, atensi bukan saja dalam aspek materi, tetapi yang utama adalah perhatian, tutur sapa, juga kesopanan. Misalnya saja kapan ortu pacar ultah dan sebagainya, termasuk ulang tahun perkawinan mereka. hal-hal kecil yang nampaknya tak berpengaruh itu, kalau anda mempu menghidupkannya dalam keluarga, Saya yakin anda bisa menjadi "kunci" sukses menjadi menantu yang baik kelak.

JANGAN MENGATUR
Bagaimanapun koleksi, maupun tatanan rumah camer, jangan sekali-kali nimbrung untuk ikut mengatur. Kecuali kalau diminta pendapat. Ingat kalaupun anda seorang interior disain, atau apapun namanya, selama masih calon menantu, jangan sekali-kali proaktif mengatur rumah. Ini bisa menyinggung perasaan, bahkan bisa dibilang anda menantu yang "kemajon" (terlalu ikut campur), alias sok tahu. Maka kalaupun tatanan itu salah, biarkanlah, anda cukup melihat, dan menilai, tanpa komentar.

BERILMU
Apapun latar belakang pendidikan formal anda, masalah ilmu sangat penting dalam pergaulan, termasuk bergaul dengancalon mertua. Ilmu yang paling sederhana dipelajari yakni komunikasi. Cobalah berkomunikasi dengan semua orang, dengan memakai bahasa yang baik dan benar. Ilmu lainnya yang tak kalah pentingnya yaitu manajemen waktu, misalnya kapan anda harus kerja, santai termasuk bertandang kerumah pacar. Jangan sekali-kali karena senang dan tidak ditegur, maka anda berlama-lama sampai "lupa waktu". Cara ini kurang menguntungkan anda karena dinilai tidak sopan dan tidak pandai membagi waktu. Kecantikan tidak prima jika tanpa didukung ilmu yang melatar belakanginya.

DEMONSTRATIF
Prilaku demonstratif didepan mertua sebaiknya dihindarkan, begitu juga dihadapan keluarga lainnya. Bersikaplah biasa-biasa saja, toh mereka semua sudah tahu kalau anda sedang jatuh cinta. Hilangkan kesan bahwa "dunia selebar daun kelor/ dunia milik berdua" barang sejenak, dan bisa anda dapatkan saat menonton dibioskop misalnya. Kemampuan menahan diri, nilainya tinggi, karena bukan saja menyangkut etika, tetapi juga moral.

SETIA
Kesetiaan harus ditanamkan sejak dini, sehingga niat untuk berbuat penyimpangan bisa dihindarkan. Cobalah untuk terbuka dalam berkomunikasi, sehingga tak ada ganjalan, dan salah paham yang berbuntut ketidak percayaan, kecemburuan berlebih, dan tidak setia. Untuk menjadi setia perlu kesabaran, mengalah dan bersedia berkomunikasi secara terbuka, gamblang, jelas dan dewasa. Nah kalau anda pasangan setia pasti mertua akan ikut bangga pada anda.



TULUS
Apapun yang dilakukan selamanya harus dilandasi keihklasan. Jangan paksakan membantusesuatu kalau terpaksa., apalagi untuk cari muka didepan mertua. Sebab cara ini lambat laum pasti ketahuan juga. Orang tua yang sudah berpengalaman pasti paham mana yang tulus dan mana yang basa-basi. Nah untuk menghindarinya sebelum anda disuruh datang ke rumah calon mertua misalnya, sebaiknya katakan terus terang mengapa anda keberatan, tentunya dengan alasan yang benar. Untuk membayarnya, lain kali bisa datang dengan kegiatan lain yang menyenangkan calon mertua anda. Tanpa perlu diutarakan sehingga menjadi kejutan bagi calon mertua. Orang tua senang disayang dan diperhatikan, tetapi sangat sensitif sehingga tahu persis mana yang tulus dan mana yang pura-pura (pamrih).
Perkawinan itu anugrah, maka  dalam mempersiapkannya juga bermula dari niat yang baik, ditambah dengan upaya yang terus menerus, sehingga anda semakin baik. Sebab bagaimanapun menikah itu perlu menyesuaikan diri, karena awalnya memang bukan siapa-siapa tetapi orang lain. Dengan 11 cara ini semoga bisa menjadi pedoman yang bermanfaat. 
(hasil survey)
 

WELCOME AND ENJOY :) Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting